Beranda Regional Papua Barat TOKOH PEREMPUAN DORERI : OTSUS BANGUN SDM PAPUA

TOKOH PEREMPUAN DORERI : OTSUS BANGUN SDM PAPUA

0
Tokoh Perempuan Doreri & Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Manokwari, Rika Rumbrawer

Rika Rumbrawer, Tokoh Perempuan Doreri, mendukung penerapan Otsus karena seluruh program Otsus dinilai dilaksanakan dengan benar, bahkan membuat masyarakat Papua semakin sejahtera.

“Meski ada kejanggalan dalam penerapannya, khususnya pada masyarakat kelas bawah. Dana Otsus hampir tidak dirasakan secara signifikan karena diduga adanya monopoli di tingkat jabatan tertentu yang menyebabkan dana yang turun dari atas tidak sesuai dengan yang dirasakan masyarakat” tegas Rika.

Rika berharap kejanggalan tersebut dapat diperbaiki oleh pemerintah, dalam hal ini penegakkan hukum agar kontrol dan pengawasan terhadap manajemen dana Otsus semakin tegas.

Sebagai masyarakat Papua yang juga bertugas di kedinasan yakni sebagai Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Manokwari, tentunya paham dengan niat baik Otsus. Ia merasa pemerintah sudah sangat berupaya memberikan bantuan kepada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Lokal karena ia salah satu yang mendapatkan kesempatan menjalani pendidikan tinggi ke luar Papua bersama pemuda lainnya.

“Pemberian program ini cenderung tidak lagi dianggap penting saat ini sehingga program yang dilaksanakan hanya seperti formalitas bukan merupakan program yang memang diniatkan untuk membantu masyarakat lokal” tegasnya.

“Dalam pemberian bantuan, masih ada ketidakadilan, yakni dengan adanya pengutamaan baik secara kekerabatan maupun faktor lain seperti pengutamaan pemuda daripada pemudi. Padahal pemudi lokal juga ingin mendapatkan kesempatan belajar yang sama supaya pengetahuan maupun nilai-nilai kemasyarakat yang kedepannya mereka butuhkan dalam menjalani peran sebagai pekerja maupun istri dan ibu dapat terpenuhi” tambahnya.

Rika berharap jangan sampai muncul kecemburuan sosial atas pengutamaan berdasarkan faktor-faktor tersebut yang menyebabkan adanya gerakan dari kelompok yang terkesan dinomorduakan. Otsus diharapkan diberikan secara adil kepada masyarakat Papua tanpa pandang bulu.

Selain itu, masih adanya penolakan terhadap otsus juga disebabkan provokasi dari media oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Ini era globalisasi, informasi apapun mudah masuk menyebabkan banyak pihak yang berkepentingan dapat menciptakan isu palsu maupun hoax yang kontra terhadap pemerintah. Masyarakat lokal yang kurang edukasi akan menerima isu-isu tersebut dan terprovokasi untuk melakukan tindakan kontra pemerintah yang disuarakan. Pemerintah tidak boleh kalah perang opini dengan kelompok kontra dalam memberikan pemahaman terhadap masyarakat” ungkapnya

Rika meminta agar pemerintah dapat terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait Otsus maupun program lain yang berpotensi menimbulkan penolakan agar masyarakat menjadi paham dan tidak mudah terhasut provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.