Beranda Regional Papua Barat TOKOH MASYARAKAT AYAMARU TENGAH MENDUKUNG KEBERLANJUTAN OTSUS JILID II

TOKOH MASYARAKAT AYAMARU TENGAH MENDUKUNG KEBERLANJUTAN OTSUS JILID II

0
Tokoh Masyarakat/Mantan Kepala Distrik Ayamaru Tengah, Kab. Maybrat, Zakeus Sagrim

Otonomi Khusus yang telah berjalan sejak 2001, membuat Papua makin berkembang. Tak hanya dari segi infrastruktur, tetapi juga pendidikan dan beberapa bidang lain. Perkembangan ini sangat baik, karena membuat tidak ada ketimpangan kemajuan antara Indonesia timur dan barat. Sehingga ada pemerataan pembangunan dan kecerdasan masyarakat.

Otonomi Khusus di Papua berlangsung selama 20 tahun, dan tahun 2021 ini akan dimulai perpanjangannya dengan durasi yang sama. Keberadaan Otsus Jilid II sangat dinanti oleh masyarakat di Bumi Cendrawasih, karena dananya bisa digunakan untuk pembangunan di berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga keagamaan. Dana Otsus Jilid II dipastikan naik, karena ada inflasi dan kenaikan harga barang.

Salah satu Tokoh Masyarakat/Mantan Kepala Distrik Ayamaru Tengah, Kab. Maybrat, Zakeus Sagrim memberikan tanggapan terkait keberlanjutan Otsus Jilid II. “Pembangunan Papua secara menyeluruh, mulai dari kampung, distrik, kabupaten hingga provinsi telah terlihat fisik bangunan seperti sarana pendidikan, kesehatan dan infrastruktur lainnya”, ujar Zakeus, (22/5/21).

Dirinya sangat setuju dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang ingin melanjutkan Otsus Jilid II dengan harapan Tanah Papua dapat lebih maju dan sejahtera. Selain itu, Anggota Pansus DPR diharapkan dapat mengambil keputusan yang terbaik dalam merevisi UU Otsus dan memihak kepada rakyat Papua.

Selain itu dirinya menambahkan, situasi dan kondisi keamanan di Kab. Maybrat khususnya di Distrik Ayamaru Tengah dalam keadaan kondusif dan tidak terdapat gangguan keamanan.

“Saya mantan Kepala Distrik disini selama 8 tahun dan sekarang sudah pensiun, tetapi saya lebih memilih menetap disini karena situasi disini tenang dan tidak ada gangguan apapun, damai sesuai keinginan bersama untuk saling menjaga kerukunan bermasyarakat”, pungkasnya.

Sementara itu, dirinya juga memberi tanggapan terkait keputusan pemerintah yang memberikan status “Teroris” kepada KKB.

“Pemerintah perlu mensosialisasikan kepada masyarakat terkait pelabelan ‘Teroris’ kepada KKB agar masyarakat tidak salah paham dan salah dalam menerima informasi. Tindakan KKB memang tidak bisa dibenarkan. Mereka melakukan teror kepada masyarakat, membunuh guru hingga membakar sekolah, tindakan itu tidak diajarkan dalam agama manapun. Saya setuju kelompok separatis harus diberantas, pada intinya masyarakat disini tidak terpengaruh dengan status teroris yang ditetapkan kepada KKB,” imbuhnya.

Selaku Tokoh Masyarakat dirinya selalu memberikan himbauan kepada masyarakat Distrik Ayamaru Tengah untuk tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu yang belum jelas dan provokatif.

“Mari kita sama-sama membangun distrik ini untuk kemajuan dan demi masa depan anak cucu, kita sama-sama dukung program pemerintah melanjutkan Otsus Jilid II untuk membangun Tanah Papua”, tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.