Beranda Pendidikan Pembangunan Infrastruktur RI Masih Tertinggal

Pembangunan Infrastruktur RI Masih Tertinggal

0
Pemerintah Indonesia sedang fokus melakukan pembangunan infrastruktur

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG-–Pembangunan di bidang infrastruktur di Indonesia masih tertinggal jauh dengan Negara lain. Untuk itu, pemerintah bertekad mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur tersebut untuk meningkatkan ekonomi dan daya saing bangsa.

“Kita harus mengejar ketertinggalan tersebut, sebab infrastruktur dapat mendorong peningkatan ekonomi, hingga daya saing bangsa. Dengan infrastruktur yang baik, investasi akan tumbuh di suatu daerah,” kata Komisaris PT Waskita Karya (Persero) Tbk Viktor S. Sirait saat mengisi kuliah umum di Institut Teknolog Sumatera (Itera) Lampung, Kamis (12/11).

Di awal kuliah, Viktor menjabarkan, pemerintah Indonesia sedang fokus melakukan pembangunan infrastruktur mulai dari jalan tol, waduk, jembatan, dan infrastruktur lainnya. Pembangunan tersebut dilakukan untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dalam bidang infrastruktur.

Bukti ketertinggalan tersebut, dia menyebutkan hingga tahun 2014 Indonesia hanya mempunyai 700 km jalan tol, jauh tertinggal dari negara Malaysia yang telah memiliki jalan tol sepanjang 3.500 kilometer, dan Cina 30.000 kilometer.

Menurut dia, saat ini berbagai proyek strategis di bidang pembangunan yang terus dilanjutkan tersebut membutuhkan banyak tenaga ahli. Salah satunya dari perguruan tinggi di bidang teknologi seperti Itera. Untuk itu, para mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi perlu memanfaatkan peluang tersebut.

Kuliah umum di Kampus Itera Lampung bertema Peluang dan Tantangan Berkarier di Bidang Pembangunan, dibuka Rektor Itera Prof Ofyar Z. Tamin, dihadiri lima komisaris BUMN lain, yaitu David Pajung (komisaris PT Krakatau Steel),  Gustaf AC Patty (komisaris PT Pupuk Kaltim), Yudas Pasomba (PT Biro Klasifikasi Indonesia), Indra Jaya Rajagukguk (komisaris PT PP Presisi),  Warsun (komisaris PT Jala Yatra Kontruksindo).

Viktor menyatakan, meski untuk mengisi peran tersebut, ada beberapa tantangan perlu ditaklukan. Seperti pandemi Covid-19 yang saat ini sedang berlangsung, yang membuat sektor pembangunan melambat. Selain itu, pandemi diprediksi menyebabkan jumlah pengangguran yang tidak sedikit, yakni mencapai tiga juta pengangguran. Hal ini tentunya membuat persaingan pencari kerja semakin ketat.

“Untuk itu, lulusan Itera harus mempersiapkan diri lebih, tidak hanya kompeten secara keilmuan tetapi juga mematangkan //soft skill// yang dimiliki, sehingga bisa mendapatkan peluang terlibat dalam pembangunan infrastruktur bangsa ini ke depan,” ujar Viktor dalam keterangan persnya, Kamis (12/11).

Dia mengatakan, kecerdasan atau IQ dan kuliah di kampus ternama bukan jaminan untuk mudah mendapatkan pekerjaan. Bahkan berdasarkan sebuah riset, kecerdasan justru berada di urutan ke-22 penentu keberhasilan seseorang. Urutan pertama ditempati kejujuran, dilanjutkan dengan kerja keras, disiplin dan kemampuan bekerja sama.”Untuk itu kejujuran harus dijadikan gaya hidup dan diterapkan  dalam keseharian mulai dari mahasiswa. Selain itu organisasi juga penting untuk melatih kepemimpinan dan kerja sama,” ujarnya.

Rektor Itera Prof Ofyar Z. Tamin mengatakan, kuliah umum tersebut menjadi kesempatan baik mahasiswa belajar dan menimba pengalaman dari salah satu pimpinan kontraktor BUMN terbaik di Indonesia, yaitu PT Waskita Karya. Kuliah umum yang diadakan Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (JTIK) Itera tersebut menjadi kuliah umum yang dapat secara bersamaan menghadirkan enam komisaris perusahaan BUMN penting di Indonesia. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.