Beranda Regional Papua Barat MASYARAKAT PAPUA MENDUKUNG KEBERLANJUTAN OTONOMI KHUSUS JILID II

MASYARAKAT PAPUA MENDUKUNG KEBERLANJUTAN OTONOMI KHUSUS JILID II

0
Kepala Kampung Fiane, Ayamaru Tengah, Enos Kambu

Pemerintah pusat mengusulkan kelanjutan dana Otonomi Khusus (Otsus) bagi Papua. Hal itu disampaikan dalam rapat panitia khusus pembahasan Rancangan Undang Undang Otsus Papua. Pemberian dana Otsus berdasarkan Undang Undang sebelumnya akan berakhir pada tahun 2021 ini.

Dana Otsus masih sangat dibutuhkan oleh Provinsi Papua dan Papua Barat. Pasalnya selama ini dana Otsus tersebut merupakan sumber utama dalam pendapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Berdasarkan data yang disampaikan, sebesar 63,79% APBD Provinsi Papua berasal dari dana Otsus. Sementara untuk Provinsi Papua Barat, dana Otsus mendominasi sebesar 52,68% dari APBD.

Alasan pemerintah melanjutkan dana Otsus berkaitan dengan pengembangan taraf hidup Orang Asli Papua (OAP) yang belum optimal. Meskipun telah ada perubahan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih lebih rendah dibandingkan nasional.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Kampung Fiane, Ayamaru Tengah, Enos Kambu sangat berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang sudah memperhatikan masyarakat Papua.

“Masyarakat di kampung Fiane terdiri dari 67 KK dan 270 jiwa, dimana masing-masing KK mendapat bantuan Otsus Papua sebesar Rp 2.000.000. Dengan bantuan tersebut banyak masyarakat Fiane yang menjadi wirausaha dan anak-anaknya sekolah hingga perguruan tinggi,” ungkap Enos, (1/5/21).

Selaku Kepala Kampung, Enos Kambu sangat mendukung program Otsus yang dapat mensejahterakan masyarakat Papua. Selain itu dengan dana Otsus juga dapat menaikan taraf hidup masyarakat di pedalaman Papua.

“Saya sangat mendukung program Otsus Papua. Namun ada kelompok yang mungkin sudah tidak membutuhkan uang, tetapi bagaimana dengan kami yang tinggal di pedalaman yang sangat berharap bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

“Sementara ini di Kampung Fiane belum terdapat kelompok yang mencoba mempengaruhi untuk menolak program Otsus. Semoga dengan keberadaan TNI/Polri yang bertugas di Kab. Maybrat dapat menjadi tombak keamanan di Kab. Maybrat dan jika ada kelompok yang ingin mempengaruhi di Kampung Fiane, saya akan berkordinasi dengan aparat dan Kepala Distrik, tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.